Translate This Site

Tampilkan postingan dengan label Teks Tanggapan Deskriptif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teks Tanggapan Deskriptif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2017

Kawah dengan Seribu Ilalang


(foto: Oki)

Kawah ilalang adalah destinasi wisata alam yang berada di Dusun Curah Macan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Kawah ini dipenuhi oleh ilalang dengan nama ilmiah Imperata cylindrica dalam anak suku Panicoideae. Untuk sampai ke tempat ini, dibutuhkan perjalanan selama kurang lebih dua jam dari Kota Bondowoso atau berjarak tempuh sekitar 72 km.
Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan mobil atau motor dari Kota Bondowoso ke Desa Curahmacan. Pengendara mobil dapat memarkir kendaraan di rumah warga, kemudian melanjutkan berjalan kaki memasuki hutan pinus (lokasi hutan pinus berada sebelum perumahan warga, terletak di kiri jalan), melewati kebun, dan mendaki bukit. Beda halnya dengan pengendara mobil, pengendara motor bisa langsung memarkirkan motornya di perkebunan warga, kemudian melanjutkan mendaki bukit dengan berjalan kaki. Namun, agar lebih aman, motor tersebut dapat diparkir di rumah warga, kemudian melanjutkan tahap perjalanan selanjutnya seperti pengedara mobil.

Minggu, 06 Desember 2015

Singo Ulung sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional



Singo ulung, tarian khas Kabupaten Bondowoso tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional dalam kategori upacara tradisional. Penetapan itu dilaksanakan pada 20 Oktober 2015 dengan tujuan agar kebudayaan Indonesia tidak diklaim oleh bangsa lain. Selain itu, penetapan ini dilakukan agar masyarakat daerah memiliki kepedulian terhadap pelestarian kebudayaan nasional.
 

Ritual singo ulung di Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Bondowoso
(foto: Oki)
Pada awalnya, singo ulung adalah sebuah ritual tarian dalam upacara adat ghâdhisa, yang dilaksanakan untuk menghormati pendiri Desa Blimbing, Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso. Kemudian, ritual tarian ini dikemas menjadi seni pertunjukan bernama ronteg singo ulung dan dijadikan ikon Kabupaten Bondowoso. Tarian singo ulung dimainkan oleh dua penari laki-laki. Tarian  singo ulung memiliki gerakan yang hampir sama dengan kesenian barongsai dari China. Atraksi-atraksi yang dilakukan seperti menari, melompat, berdiri dengan satu kaki, saling menaiki, dll.

Selasa, 02 Juli 2013

“Ojung”, Olahraga Tradisional Warisan Kebudayaan Nenek Moyang


     Bulan Rebbe merupakan bulan ke-8 menurut perhitungan suku madura, pada bulan ini masyarakat Bondowoso khususnya di daerah Tapen, Klabang dan Prajekan mempunyai acara rutin yang dinamakan Gadhisa. Gedhisa yang merupakan bentuk acara slametan desa dilaksanakan dengan tujuan menjaga desa agar tetap selamat dan aman dari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini merupakan acara tahunan yang harus dilaksanakan oleh warga desa. Warga desa biasanya mengadakan acara tersebut pada malam jum’at pon. Pada acara tersebut warga desa wajib membuat makanan khas yang terbuat dari beras ketan, namanya ialah tapay palotan. 

Ojhung di Desa Mangli Wetan, Bondowoso
(foto: Oki)
      Sehari setelah acara slametan, terdapat suatu ritual adat yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga desa. Ritual tersebut ialah Ojung. Suatu ritual adat warisan nenek moyang yang tetap dipertahankan sampai saat ini, bahkan antusiasme terhadap ritual tersebut tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi warga lain datang berbondong-bondong untuk mengikuti atau hanya untuk menontonnya saja. Ritual ini dilakukan oleh nenek moyang untuk meminta hujan pada Yang Maha Kuasa. Karena pada saat memasuki bulan Rebbe, musim kemarau biasanya melanda daerah ini. Oleh karena itu, ritual Ojung digunakan sebagai do’a bersama untuk menurunkan hujan.