Translate This Site

Tampilkan postingan dengan label Teks Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teks Sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

"Sentuhanmu"


Kau tampak begitu indah
Rautmu begitu bening
Hembusanmu
Membuatku merinding

Kau hadir
Menyentuh kalbu
Dengan aroma surga
Sebagai penyejuk hatiku

Sentuhanmu
Membuatku berdiri
Bulu romaku
Hilangkan kendali

Jelajahi tubuhku
Buat Aku geli
Kau dan Aku bersatu
Hingga Aku tak mampu lari

Tapi Kau begitu cepat
Hingga Aku tak bisa bernafas
Cepat dan lebih cepat
Hingga basah dalam puas

Kemudian Kau berhenti
Meninggalkanku dalam kedinginan
Aku ingin menari hingga malam
Wahai hujanku sayang

Karya Oki Feri
  Januari 2013

Selasa, 08 Januari 2013

"Rumah"

Entah apa yang kurasa
Aku tak tahu
Di kalbu hanya ada namamu
Ayah, Ibu

Kulihat jelas matamu
Dalam sujudku
Senyum indah
Kasih sayang dari jauh

Rindu ini t'lah menggebu
Ingin rasanya bertemu
Memelukmu
Ayah, Ibu

T'lah kulewati hariku
Sabtu demi sabtu
Berharap ada satu
Hari bersamamu
Di rumah kita satu

Karya Oki Feri
November 2012

"Meratap"

Aku sakit
Aku lemah
Aku sendiri
Aku berdiam diri

Tolong aku
Sembuhkan aku
Sadarkan aku
Tuntun aku

Dimana kamu
Kenapa aku
Padamu
Menangis aku

Do'aku
Siang malamku
Padamu
Selalu

Karya Oki Feri
Desember 2012

"Menuju Engkau"

Embun pagi berguguran
Meninggalkan dinginnya sang malam
Kuratapi diri sendiri dalam kelam
Menunggu keajaiban tuhan

Diriku hanyalah butir pasir putih
Menanti arus membawaku pergi
Kucoba menguatkan hati
Demi hidup yang diridhoi

Andai sejak lalu
Kau berikan ini padaku
Rasa indahmu
Cahaya baru

Karya Oki Feri
November 2012

"2112"

Berbalut merah
Kita tempuh bersama

Bersama satu budaya

Besama satu rasa

Siapa kita?
Teater Tiang Jaya

Karya Oki Feri
Desember 2012

Senin, 17 Desember 2012

"Delapan Belas Di Delapan Belas"

 Mauku kutangkap segenggam angin di udara
Namun apa daya
Mungkin sinar hangat mentari
Kutangkap dan kukantongi
Yah.... Sama saja
Aku tak bisa

Di situ kau memohon dan meminta
Seolah negeri langit runtuh mendengarnya
Tidak sampai di situ saja
Tangisanmu membangunkan tidur bayi-bayi peri
Namun kau pantas ceria hari ini

Hanya dengan untaian kata-kata ini
Kuharap kau tak lagi bersedih
Namun mulai melangkah bagai putri
karna delapan belas tahun usiamu kini

Doa-doa t'lah banyak kau dapatkan
Tapi satu ini sedikit berbeda
Semoga menjadi kamu apa adanya

Karya Oki Feri
November 2012
(Kado puisi untuk Rodhiatun)

"Terang"

Karna dulu hanya butir-butir pasir
Aku tetap saja memungut lagi dan lagi
Karna watu itu berupa batu-batu besar
Tetap saja aku memungut lagi dan lagi
Tapi sekarang beda
Ini pun berupa batu-batu besar juga
Hitam dan lebih hitam
Namun pikiranku sudah terang
Aku tak mau lagi
Sepakat denganku meninggalkanmu
Tak kan ku ulangi
Berusaha sekuat aku berdiri

Karya Oki Feri
November 2012